Sikap Terbaik Akibat Dicerai Sepihak
AkuIslam.Id - Saya benar-benar terpojok dengan adanya gugatan cerai dari suami saya. Semua keluarga suami mendukung kami bercerai dengan alasan kami sering bertengkar gara-gara saya tidak bisa mempunyai anak, padahal yang lebih sering mempermasalahkan hal itu adalah mertua suami saya dan mereka menuduh saya mandul.
Sikap mertua istri saya seperti itu sering menyebabkan saya dan juga suami akhirnya menjadi ribut karena suami saya kerap membela sikap ibunya.
Saya sebagai istri tentu juga berharap memiliki anak dari pernikahan ini, bahkan keinginan saya lebih besar dibanding keinginan mereka. Kami sudah tiga tahun menikah dan memang saya belum pernah hamil.
Tapi apakah seratus persen penyebabnya adalah dari diri saya?. Saya khawatir, predikat mandul akan melekat pada diri saya setelah dicerai sehingga sulit bagi saya untuk mendapatkan suami lagi.
Dalam persidangan nanti, bagaimana caranya saya membela diri bahwa belum tentu saya yang mandul?
⇒ Diatas Adalah Curhatan Sekaligus pertanyaan Dari Sahabat AkuIslam.Id dari Semarang.
Ada satu lagi yang mungkin dilupakan, bahwa ada tidaknya anak juga tergantung pada taqdir Allah, karena Allah yang Maha menentukan apakah sepasang suami istri akan diberi keturunan atau tidak.
Dengan demikian tidak tepat bila Anda yang dipojokkan dan disalahkan terus menerus karena tidak juga punya anak selama masa pernikahan 3 tahun lamanya itu.
Manusia jika memiliki keinginan, dia wajib berusaha dan berdoa. Lagipula banyak juga pasangan suami isteri yang mempunyai anak, tapi rumah tangganya berakhir dengan perceraian, dan tidak sedikit juga pasangan suami isteri yang rumah tangganya awet walaupun tidak dikaruniai anak.
Jika yang dijadikan alasan untuk menceraikan Anda adalah adanya pertengkaran yang dipicu dengan tuduhan sepihak bahwa Anda mandul, Anda masih bisa membela diri di persidangan. Anda bisa minta pembuktian tuduhannya tersebut dengan minta diperiksa oleh dokter spesialis, dan sebaiknya Anda dan suami sama-sama menjalani pemeriksaan dokter tersebut, karena bisa jadi yang mandul bukan Anda tapi justru suami Anda.
Atau jika Anda sendiri tidak sanggup meneruskan rumah tangga dengan suami, cerailah secara baik-baik dan mintalah pada suami jangan memakai alasan yang mengada-ada yang menyakiti perasaan Anda.
![]() |
| Ilustrasi |
Sikap mertua istri saya seperti itu sering menyebabkan saya dan juga suami akhirnya menjadi ribut karena suami saya kerap membela sikap ibunya.
Saya sebagai istri tentu juga berharap memiliki anak dari pernikahan ini, bahkan keinginan saya lebih besar dibanding keinginan mereka. Kami sudah tiga tahun menikah dan memang saya belum pernah hamil.
Tapi apakah seratus persen penyebabnya adalah dari diri saya?. Saya khawatir, predikat mandul akan melekat pada diri saya setelah dicerai sehingga sulit bagi saya untuk mendapatkan suami lagi.
Dalam persidangan nanti, bagaimana caranya saya membela diri bahwa belum tentu saya yang mandul?
⇒ Diatas Adalah Curhatan Sekaligus pertanyaan Dari Sahabat AkuIslam.Id dari Semarang.
Ada satu lagi yang mungkin dilupakan, bahwa ada tidaknya anak juga tergantung pada taqdir Allah, karena Allah yang Maha menentukan apakah sepasang suami istri akan diberi keturunan atau tidak.
Dengan demikian tidak tepat bila Anda yang dipojokkan dan disalahkan terus menerus karena tidak juga punya anak selama masa pernikahan 3 tahun lamanya itu.
Manusia jika memiliki keinginan, dia wajib berusaha dan berdoa. Lagipula banyak juga pasangan suami isteri yang mempunyai anak, tapi rumah tangganya berakhir dengan perceraian, dan tidak sedikit juga pasangan suami isteri yang rumah tangganya awet walaupun tidak dikaruniai anak.
Jika yang dijadikan alasan untuk menceraikan Anda adalah adanya pertengkaran yang dipicu dengan tuduhan sepihak bahwa Anda mandul, Anda masih bisa membela diri di persidangan. Anda bisa minta pembuktian tuduhannya tersebut dengan minta diperiksa oleh dokter spesialis, dan sebaiknya Anda dan suami sama-sama menjalani pemeriksaan dokter tersebut, karena bisa jadi yang mandul bukan Anda tapi justru suami Anda.
Atau jika Anda sendiri tidak sanggup meneruskan rumah tangga dengan suami, cerailah secara baik-baik dan mintalah pada suami jangan memakai alasan yang mengada-ada yang menyakiti perasaan Anda.

No comments for "Sikap Terbaik Akibat Dicerai Sepihak"
Post a Comment